Langsung ke konten utama

Tips Packing Tanpa Ribet Untuk Liburan yang Menyenangkan

Akhir pekan tiba! Mungkin kamu sudah merencanakan liburan singkat bersama keluarga atau kerabat. Meskipun singkat, namun tak sedikit yang masih kesulitan meringkas barang bawaannya. Padahal, barang bawaan yang terlalu banyak saat liburan akan menjadi beban, apalagi jika kita bepergian menggunakan moda transportasi udara. Mantan editor fesyen dan founder The Style Traveller, Bonnie Rakhit berbagi tipsnya, apa yang perlu dan tidak perlu kita bawa saat bepergian serta bagaimana kita harus mengepak pakaian saat liburan. 

 Hasil gambar untuk packing simpel

1. Pak baju dengan hanger 

"Baju yang kusut adalah hal terburuk. Jadi, aku sering mengepak baju-baju bersama dengan hangernya. Seperti apa yang dilakukan para stylist sebelum sesi foto," kaya Rakhit. Ia menyarankan agar baju hanya dilipat satu atau dua kali di bagian tengah. Ketika tiba di tempat menginap, gantunglah baju-baju yang kita bawa untuk meminimalisasi kusut. Sebagai tambahan, bagi kamu yang memiliki setrikaan berukuran kecil (travel size) juga bisa membawanya saat liburan. 

2. Simpan perlengkapan mandi dalam satu kantong

Rakhit mengatakan dirinya selalu menyimpan peralatan mandi yang sering dibawa saat traveling di kantong yang sama. Sehingga, ketika harus tiba-tiba pergi, ia cukup mengambil kantong itu tanpa harus kelupaan barang-barang penting. Misalnya, tabir surya dan sikat gigi.

3. Sesuaikan busana dengan destinasi 

Sebelum bepergian, Rakhit selalu melakukan riset tentang tempat yang dikunjunginya. Karena gemar mengunggah foto di Instagram, Rakhit amat mementingkan sisi estetika sebuah foto. Termasuk keseragaman busananya dengan destinasi yang dituju. "Misalnya, jika aku pergi ke Santorini (Yunani), aku akan bawa pakaian-pakaian bernuansa biru langit dan putih. Jika ke Marrakesh (Maroko), aku akan bawa pakaian oranye terang dan warna-warna berry untuk mengimbangi warna terakota kota tersebut," ujar Rakhit. 

4. Pelindung matahari 

Kita bisa jadi belum begitu familier dengan cuaca di lokasi liburan tersebut. Selain tabir surya, bawalah sepasang kacamata hitam. Jangan lupa membawa wadah khusus untuk melindungi kacamata tersebut dengan aman. Rakhit bahkan memberi perlindungan lebih terhadap kacamatanya. "Aku sering membalut mereka dengan tisu dan menyimpannya dalam kain. Tidak hanya aman, tapi juga menjaga agar kacamata tidak terbentur. 

5. Ingat, ada kebutuhan yang akan disediakan hotel

 Peralatan mandi atau perlengkapan lainnya seringkali membuat barang bawaan menjadi lebih banyak. Jika kamu menginap di hotel yang cukup bagus, biasanya mereka akan menyediakan sabun, sampo, peralatan sikat gigi, dan pelembab. Pada hotel yang lebih bagus, mereka juga menyediakan pengering rambut. "Ada beberapa barang yang perlu perjuangan untuk membawanya. Seperti alat cukur dan pengering rambut ukuran travel," ujar Rakhit.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Manfaat Kopi Hijau Bagi Kesehatan Tubuh

Kamu pernah nyoba green coffee alias kopi hijau?. Namanya memang tak setenar kopi hitam, namun siapa sangka jika kopi jenis ini memiliki begitu banyak manfaat yang mungkin belum kamu tahu. Tidak banyak orang yang tahu dengan nama lain green coffee. Green coffee ataupun populer dengan nama kopi hijau ini berasal dari biji kopi yang belum dipanggang maupun kopi yang masih mentah. Biji kopi hijau memiliki tingkat asam klorogenat yang amatlah tinggi daripada dengan kopi biasa karena tak melewati proses pemanggangan. Green coffee ini tengah booming di kalangan masyarakat sebab berbagai manfaatnya yang ampuh dalam membantu menurunkan berat badan dengan signifikan serta aman ketimbang anda mengkonsumsi obat kimia. Menurut salah satu penelitian ilmiah, ekstrak dari biji kopi hijau telah membuktikan banyaknya manfaat bagi kesehatan tubuh. Agar anda tak merasa penasaranlagi, berikut kami sajikan Tips mengenai beberapa manfaat dari kopi hijau Asam klorogenat ada dalam kopi hijau amatlah ...

Tips Meningkatkan Komunikasi dengan Anak Remaja

Pengaruh kawan sebaya terhadap anak, utamanya remaja, sangat besar. Steven Parker, ahli bahasa, psikolog sekaligus ilmuan kognitif asal Kanada bahkan mengatakan, "Pemikiran bahwa anak adalah sumber pasif yang mudah dibentuk oleh orangtua adalah omong besar. Kelompok teman sebaya anak atau remaja lah penentu yang jauh lebih besar dibanding aspirasi orang tua. Hal ini akan terkait dengan perkembangan dan prestasi mereka nantinya.” Hal itu mudah dipahami bila melihat pada usia remaja, persentase waktu anak bergaul dengan kawan sebayanya jauh lebih besar daripada berkumpul dengan orang tua. Saat berkumpul dengan kawan sebaya itulah, terjadi proses pertukaran pengaruh, seperti penampilan, sikap, dan bahkan perilaku. Banyak orangtua tidak terlalu mempermasalahkan anak remaja banyak bergaul bersama kawan sebayanya. Alasannya, itu hal yang normal, dan hak remaja. Masalah yang muncul kemudian, tidak jarang hubungan antara remaja dan orangtua menjadi kurang dekat bahkan sering mela...