Langsung ke konten utama

Xiaomi Luncurkan Tablet Baru Mi Pad 4 Dengan Harga Mulai Rp 2 Jutaan

Xiaomi akhirnya resmi memperbarui lini produk tabletnya dengan perilisan Mi Pad 4. Tablet ini berukuran 8 inci dengan balutan casing logam dan harga yang dibanderol murah seperti gadget-gadget Xiaomi lainnya. Mi Pad 4 ini dibekali dengan otak pemrosesan berupa chipset Qualcomm Snapdragon 660, penyimpanan internal 32 GB dan layar IPS 1.920 x 1.200 piksel. Pengguna bisa memiliih dari tiga variasi dengan harga dan sejumlah perbedaan RAM dan konektivitas.


Mi Pad 4 versi pertama berupa Mi Pad yang dibekali RAM 3 GB dengan harga banderol 1.099 yuan atau setara Rp 2,3 juta. Mi Pad 4 versi kedua, memiliki RAM 4 GB dan memori penyimpanan internal 64 GB. Harganya dibanderol pada 1.399 yuan atau setara Rp 3 juta. Lalu Mi Pad 4 versi ketiga memiliki tambahan konektivitas LTE serta GPS, dengan banderol harga 1.499 yuan atau setara Rp 3,2 juta. Selain otak pemrosesan, tiga versi Xiaomi Mi Pad 4 juga dibekali dengan beberapa spesifikasi yang sama. Beberapa di antaranya adalah baterai berkapasitas 6.000 mAh, dua microphone, speaker stereo, serta kamera 5 megapiksel F/2.0 di bagian depan dan 13 megapiksel F/2.0 di bagian belakang. 

Satu kekurangannya, Mi Pad 4 hanya dibekali charger reguler 5V/2A sehingga butuh waktu lama untuk mengisi baterai tersebut sampai penuh 100 persen. Xiaomi baru meluncurkan tablet ini di China saja, bersamaan dengan Redmi 6 Pro. Belum diketahui apakah mereka juga akan meluncurkan Mi Pad 4 di Indonesia atau negara lainnya. Satu hal yang perlu dicatat, konektivitas LTE di perangkat ini memakai band 1, 3, 5, 7, dan 8 sehingga cocok untuk Asia serta Eropa.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah 10 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi di Bandung

Berikut ini adalah daftar tempat wisata di Lembang yang wajib dikunjungi pada saat berada di Bandung saat menghabiskan waktu liburan akhir pekan atau libur panjang. Lembang merupakan tempat tujuan wisata di daerah Bandung yang cukup populer, khususnya para warga sekitar Bandung seperti Jakarta dan Purwasuka. Selain karena udaranya yang sejuk dan asri, tempat wisata di Lembang tergolong murah dan ekonomis. Pada saat liburan akhir pekan tiba, Lembang selalu dipenuhi kendaraan dari berbagai luar daerah Bandung. Karena selain menjadi tujuan utama, Lembang juga merupakan lokasi wisata transit bagi sebagian orang yang sedang melakukan perjalanan menuju ke Bandung dari arah Subang, atau sebaliknya. Lalu, apa saja tempat wisata Lembang, Bandung yang layak untuk dijadikan destinasi utama, berikut ini adalah daftarnya : 10. Sapu Lidi Tempat wisata Lembang yang pertama adalah Sapu Lidi. Hmm nama yang cukup aneh ya. Namun dibalik namanya yang aneh tempat wisata Lembang, Bandung ini me...

Tips Meningkatkan Komunikasi dengan Anak Remaja

Pengaruh kawan sebaya terhadap anak, utamanya remaja, sangat besar. Steven Parker, ahli bahasa, psikolog sekaligus ilmuan kognitif asal Kanada bahkan mengatakan, "Pemikiran bahwa anak adalah sumber pasif yang mudah dibentuk oleh orangtua adalah omong besar. Kelompok teman sebaya anak atau remaja lah penentu yang jauh lebih besar dibanding aspirasi orang tua. Hal ini akan terkait dengan perkembangan dan prestasi mereka nantinya.” Hal itu mudah dipahami bila melihat pada usia remaja, persentase waktu anak bergaul dengan kawan sebayanya jauh lebih besar daripada berkumpul dengan orang tua. Saat berkumpul dengan kawan sebaya itulah, terjadi proses pertukaran pengaruh, seperti penampilan, sikap, dan bahkan perilaku. Banyak orangtua tidak terlalu mempermasalahkan anak remaja banyak bergaul bersama kawan sebayanya. Alasannya, itu hal yang normal, dan hak remaja. Masalah yang muncul kemudian, tidak jarang hubungan antara remaja dan orangtua menjadi kurang dekat bahkan sering mela...

Ini Dia Salah Satu Cara Ampuh Untuk Diet

Menurut riset, mengubah waktu makan bisa menjadi kunci untuk mengurangi lemak tubuh. Riset ini dilakukan selama 10 minggu oleh peneliti dari University of Surrey. Hasil riset membuktikan waktu makan ternyata berdampak signifikan terhadap tubuh kita. Dalam penelitian, peserta tidak diharuskan untuk mengatur jenis makanan dan bisa mengonsumsi makanan apapun yang mereka inginkan, namun hanya makan pada jam-jam tertentu. Peserta dalam riset ini terbagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang mengonsumsi makanan seperti biasa. Sementara kelompok kedua mengonsumsi sarapan 90 menit lebih lambat dan makan malam 90 menit lebih awal. Setiap peserta juga diminta mengisi buku harian diet sepanjang penelitian, memberikan sampel darah dan menyelesaikan kuesioner usai penelitian.    Hasilnya, mereka yang mengonsumsi makanan pada jeda waktu lebih kecil mengalami pengurangan lemak dua kali lebih besar daripada kelompok lainnya. Dari hasil pengisian kuesioner, terungkap...